Penulisan ini ingin mencoba untuk menganalisis mengenai KIB yang dianggap koalisi setengah hati.

Pembentukan KIB yang “Terpaksa”

Pembentukan KIB terkesan berusaha mengambil momentum. Padahal, keputusan melakukan kesepakatan bersama ketiga partai itu dalam membentuk KIB disinyalir dilakukan pada situasi yang tidak baik-baik saja.

Problematika internal dari masing-masing partai ketika itu, sedang menyudutkan masing-masing ketua umum partai tersebut, sehingga keputusan membangun koalisi bersama adalah pilihan yang baik dalam upaya meredakan konflik. Partai Golkar yang berusaha solid mengajukan Ketua Umum Airlangga Hartarto sebagai calon presiden. Ternyata, Airlangga Hartarto banyak didera persoalan.

Seperti, dari permasalahan keluarga, elektabilitasnya yang rendah, jabatan dan kinerjanya sebagai Menteri Koordinator Ekonomi yang tak mampu mendongkrak elektabilitasnya, hingga figur Airlangga Hartarto selaku ketua umum ternyata dari segi elektabilitas masih kalah dibandingkan anggota kader Golkar Dedi Mulyadi.