KIB Solid Tetapi Tetap Diragukan
Penilaian KIB dibangun dengan dasar kepentingan sesaat saja. Wajar akhirnya, KIB tak terlihat peran dan dinamikanya dalam pemrosesan nama-nama calon sebagai calon presiden maupun pasangan calon dari koalisi tersebut. Kepentingan yang sesaat ini ternyata juga bersamaan dengan kenyataan pahit, ketua umum dari masing-masing partai tersebut tidaklah memiliki elektabilitas yang minimal lumayan.
Sehingga dalam penalaran yang wajar, KIB sekadar menunggu tanpa sikap yang terarah dan jelas.
Akhirnya KIB terombang-ambing, hanya sekadar nama dari perkumpulan ketiga partai tersebut. Bila, ingin mengirimkan pesan politik kepada masyarakat seperti KIB solid, dengan melakukan kegiatan partai secara bersama semata seperti kompak mendaftar ke KPU dihari yang sama.
KIB mengirimkan pesan solid juga disinyalir bukanlah tanpa sebab. Sebelumnya, KIB dihadapkan beberapa fakta yang sedikit menimbulkan gelisah hati. Ganjar Pranowo yang diwacanakan akan menggunakan KIB sebagai sekoci, ternyata mengirimkan pesan politik telah mencoba meneguhkan hatinya kembali sebagai “petugas partai” PDIP semata.
