Amrin juga menyampaikan dalam konteks meningkatkan mutu layanan, BPJS Kesehatan menekankan pada aspek mutu dan biaya. Aspek mutu diukur dari Indeks Utilisasi Rawat Inap Biaya (Iur Biaya), capaian WTA (KESSAN) ?85, sistem antrean online ?25?ri total kunjungan langsung, dan 20 persen kontak tidak langsung kepada peserta.

Selanjutnya, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kendari, Rinaldi Wibisono menekankan pihaknya memberikan perhatian khusus pada komitmen bersama antara BPJS Kesehatan dan FKTP.

Mulai pertengahan tahun 2023, ia telah mengingatkan agar FKTP memasang poster, spanduk, atau media lainnya untuk menyebarluaskan janji layanan kepada petugas dan masyarakat. Langkah ini dianggap sebagai bagian integral dari upaya peningkatan mutu layanan kesehatan.

"Banyak pengaduan dan keluhan jangan dianggap sebagai hambatan, melainkan sebagai masukan untuk meningkatkan pelayanan. Kepuasan peserta sekitar 85 persen sudah merupakan pencapaian yang baik," ujarnya.

Baca Juga: Pelayanan Program JKN Semakin Membaik, Bantu Pasien Pembengkakan Prostat