Kata Nur Rahman, dari 17 kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara, Kolaka Utara menjadi satu-satunya daerah yang konsisten dalam menjalankan program revitalisasi kakao. Komitmen itu bukan hanya dalam bentuk imbauan, tetapi ditunjukkan melalui penganggaran dana daerah.

“Banyak yang hanya menyuruh petani melakukan revitalisasi tapi tidak menurunkan anggaran. Kolaka Utara tidak seperti itu. Kita konsisten dan serius,” ujarnya.

Alumnus Ilmu Administrasi Negara FISIP Universitas Hasanuddin ini, mengajak semua masyarakat mendukung penuh program-program penguatan ekonomi kerakyatan, khususnya revitalisasi kakao.

"Kakao tidak hanya sebagai komoditas ekonomi, namun juga sebagai kebanggaan dan identitas daerah Kolaka Utara," tandasnya.

Baginya, pembangunan ekonomi berbasis rakyat harus berjalan seiring dengan pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan.