"Miskin ekstrem pasti ada. Tapi, apa betul sebanyak itu? Kalau pengamatan saya, ini pengamatan. Kalaupun ada paling berada di angka 500 orang," ujarnya.
Untuk memastikan data itu, BPS Kolaka Utara saat ini tengah melakukan validasi data melalui pendataan registrasi sosial ekonomi (regsosek).
"Validasi dilakukan untuk memastikan masyarakat tersebut betul miskin, miskin ekstrem atau pura-pura dimiskinkan agar memperoleh berbagai program bantuan dari pemerintah pusat dan daerah," katanya.
Sebelumnya, Asisten I Sekda Kolaka Utara, Muchlis Bahtiar juga meragukan data tersebut, nenurutnya berdasarkan keriteria miskin ekstrem. Maka, hampir tidak ada lagi masyarakat di Kolaka Utara yang menggunakan atap rumbia, berlantaikan tanah, serta memakai pelita sebagai penerangan.
"Kalaupun ada mungkin hanya sebagian kecil yang mungkin tinggal di daerah pegunungan. Jadi data tersebut mungkin perlu divalidasi," imbuhnya.
