Ia menambahkan, program ini juga merupakan komitmen Pemkab Konawe dalam menyukseskan percepatan pembangunan digital di daerah-daerah blank spot.
"Dengan adanya bantuan akses internet ini, masyarakat di wilayah yang jauh dari pusat kota bisa mendapatkan kemudahan dalam mengakses berbagai layanan, termasuk di bidang pendidikan, kesehatan, dan kependudukan," tambahnya.
Diketahui, Dinas Kominfo Konawe sebelumnya mengusulkan 120 titik, namun alokasi bantuan yang disetujui sebanyak 84 titik. Setelah proses verifikasi dan validasi terhadap kondisi lokasi, lima titik dinyatakan tidak memenuhi standar yang ditetapkan oleh Kementerian dan dianulir.
"Kami berharap bantuan ini akan meningkatkan taraf hidup masyarakat dan mempercepat pemerataan akses internet di seluruh Kabupaten Konawe," ungkap Akib Ras.
