Sementara Itu Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil (UMK) Muhammad Saiful menjelaskan, jelang Nataru, sejumlah harga mengalami peningkatan yakni harga minyak goreng dan cabe.
Kenaikan harga minyak goreng terjadi secara nasional karena dipicu kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO) sedangkan kenaikan cabe terjadi akibat pasokan dari daerah terbatas.
"Saya menurunkan personel saya bidang perdagangan, kami tidak terbatas pada pasar-pasar tradisional tetapi kami langsung ke distributor mengecek berapa stok yang ada, jangan terjadi penimbunan yang bisa memicu kelangkaan dan naiknya harga," jelasnya.
Baca Juga: Langkah Pemerintah Cegah Varian Omicron Masuk Kendari
Untuk stok minyak goreng kata Saiful, sudah ada pengaturan dari pusat bahwa setiap seminggu atau dua minggu pasokan masuk, sehingga sesegera mungkin didistribusikan. Sedangkan untuk cabe rawit, Kota Kendari hanya menerima pasokan dari daerah lain sebab Kendari bukan daerah produsen.
