Baca juga: Warga Siap Sambut Pasien Sembuh COVID-19 dengan Bunga
Menurut masyarakat setempat, sejak sejumlah perusahaan tambang merambah wilayah itu pada 2016, kondisi jalan makin rusak parah. Sebab tekstur aspal yang seharusnya hanya mampu dilewati kendaraan standar, juga dilewati alat berat milik perusahaan.
"Ya hasilnya seperti ini, musim hujan kita penuh lumpur. Musim panas mandi debu," ujar warga, Arma, kepada Telisik.id, Sabtu (2/5/2020).
Lubang menganga bertebaran bagai bekas letusan granat tangan di sepanjang jalan menjadi tantangan berat bagi pengendara. Belum lagi, lumpur paling rendah setinggi lutut akan dijumpai. Bahkan lubang di jalan pernah sampai sedalam satu meter.
Abdul Salam Sahadia mengatakan, jalan ini merupakan jalan Trans Sulawesi yang harus diperhatikan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara,
