“Penurunan notifikasi yang sangat signifikan di Indonesia menunjukkan ada ribuan kasus yang tidak ditemukan, tidak diobati dan berpotensi menyebar ke masyarakat di tengah pandemi COVID-19,” katanya.
Dikatakan, walaupun anggaran belum ideal dan tidak sesuai dengan usulan anggaran penanganan TBC yang seharusnya Rp 9,5 triliun, tetapi menurut anggota Fraksi Gerindra yang juga tercatat sebagai anggota Global TB Caucus itu, alokasi sebesar Rp 2,8 triliun tetap harus dimaksimalkan.
“Saya mendorong Kementerian Kesehatan bisa memaksimalkan penanganan penyakit TBC, dengan adanya kenaikan anggaran penanganan TBC dalam RAPBN 2021, dan menyisir distribusinya dalam program dan kegiatan agar tidak overlapping dengan pembiayaan yang berasal dari bantuan organisasi donor global,” tandasnya.
Reporter: Marwan Azis
Editor: Haerani Hambali
