Menurut Saleh, kalau penyerapannya rendah seperti ini, uang tentu tidak akan beredar di masyarakat. Daya beli masyarakat otomatis akan turun. Akibatnya, akan terjadi krisis seperti yang dikhawatirkan presiden.
Alasan Kemenkes yang menyebut rendahnya penyerapan karena adanya COVID-19 tidak bisa diterima. Sebab, COVID-19 ini tidak jelas akan sampai kapan berakhirnya. Kalau tidak berakhir sampai akhir tahun, lalu apakah anggaran-anggaran yang ada dibiarkan tidak terserap? Lalu untuk apa pembahasan anggaran tahun 2021? Apa tidak cukup memakai dana sisa yang tidak terpakai di tahun 2020.
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menilai apa yang disampaikan presiden ini sangat serius. Buktinya, pidato Presiden Jokowi ini sengaja dipublikasikan melalui akun resmi Sekretariat Presiden.
“Ini menandakan presiden ingin menyampaikan ke masyarakat bahwa, beliau peduli dengan apa yang sedang terjadi di Indonesia. Terutama terkait dengan persoalan COVID-19 dan ekonomi masyarakat secara luas,”paparnya.
Seraya menambahkan, kalau tidak mau diketahui publik, tidak mungkin dipublikasikan seperti itu.
