“Selain drainase, normalisasi sungai turut menjadi prioritas. Langkah ini dilakukan untuk memastikan aliran sungai tetap lancar dan tidak mengalami pendangkalan yang dapat memicu banjir,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae, menyampaikan bahwa persoalan banjir di Kota Kendari memerlukan penanganan yang menyeluruh.

Menurutnya, meningkatnya kejadian banjir menunjukkan perlunya penguatan sistem drainase dan pengendalian banjir melalui pendekatan yang lebih terintegrasi.

Ridwan menilai pembangunan infrastruktur pengendalian banjir harus didukung dengan pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) secara terpadu. Pendekatan tersebut dinilai mampu menciptakan sistem pengendalian banjir yang berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Diperlukan penanganan komprehensif dan berkelanjutan berbasis pengelolaan Daerah Aliran Sungai secara terpadu,” ujarnya.