Menurutnya, pihak kepolisian belum bisa memutuskan lahan itu milik siapa dan kasus pengrusakan masih terus bergulir.
"Kami menunggu keputusan dari pengadilan untuk memutuskan lahan siapa sebenarnya itu," terangnya.
Terpisah, Direktur Polri Watch, Abdul Salam Karim mengkritik kinerja Polda Sumatera Utara yang dinilai lamban menangani berbagai perkara yang menjadi atensi.
"Menurut data yang kami miliki, banyak perkara yang penanganannya tidak maksimal. Sehingga, itu yang menyebabkan Kompolnas turun," ungkapnya.
Selain itu, Abdul Salam Karim berharap agar Kapolda Sumatera Utara bekerja dengan maksimal dan memberikan pelayanan dan keadilan kepada masyarakat.
