Baca Juga: Puluhan Siswa SLB se-Sulawesi Tenggara Unjuk Kreativitas dalam LKS

Tindakan perundingan biasanya diawali secara lisan namun ini  merupakan tindakan yang pada akhirnya dapat berujung pada tindakan kekerasan fisik. Sehingga dapat meninggalkan luka yang terlihat secara fisik dan trauma bagi si korban.

Hal itu disampaikan Haslita, Kadis Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Kendari.

Dia menyebut, bullying bisa berakibat kesakitan fisik hingga kesehatan mental anak terganggu, kepercayaan diri (self esteem) yang merosot, malu, merasa rendah diri, takut bersekolah, korban mengasingkan diri dari lingkungan sekolah hingga mengalami gangguan jiwa dan paling fatal timbul keinginan untuk bunuh diri.

Baca Juga: 62 Ribu Siswa-Guru SMA, SMK dan SLB di Sultra Partisipasi Peduli Lingkungan