Dimana, kata dia, Hugua sukses membuat Wakatobi sebagai cagar biosofer UNESCO Tahun 2012, awal Wakatobi mendunia dan selalu vokal menyuarakan tata ruang di DPR RI.
Lebih lanjut, Rahma menambahkan bahwa Hugua sudah lama hadir di Konawe Utara, bahkan jauh sebelum Konawe Utara mekar menjadi kabupaten.
Baca Juga: Hari Ketiga Lebaran, Pelabuhan Wawonii-Kendari Sepi Penumpang
"Cerita dari keluarga saya bahwa pada tahun 1992 (32 tahun lalu) melalui LSM Sintesa, Pak Hugua membangun sarana air bersih dan sanitasi (SABS) di Lemobajo, lalu berkembang ke Kawasan Landawe dan melalui LSM Bina Insani yang juga ia dirikan membangun sarana air bersih dan sanitasi desa di Sawa dan program pemberdayaan ekonomi rakyat melalui replikasi sistem grameen bank yang tersebar luas di konut," ujarnya.
Rudi Supriono, Tenaga Ahli Hugua, yang dikonfirmasi via WhatsApp membenarkan program- program tersebut. Menurut Rudi, program SABS di Lemobajo dibiayai oleh Lembaga Donor dari Inggris dan program lainnya dari Jerman dan Jepang.
