Anggota DPRD Sultra ini menyebutkan, karena sudah jadi isu nasional yang cukup mengkhawatirkan dikarenakan gagal pertumbuhan akibat kekurangan gizi dalam waktu lama pihaknya rela belajar ke luar provinsi bersama seluruh pengurus PKK se-Konsel agar dapat melakukan langkah antisipasi di daerah.
Dalam bimtek itu, para pengurus ditingkatkan kemampuan personalnya bagaimana cara menghadapi dan mengatasi stunting dimulai dengan pemberian pelayanan dasar kesehatan kepada masyarakat.
Posisi dan peranan TP-PKK sangat vital dan strategis karena sebagai garda terdepan untuk kelangsungan program sebagai penjabaran 10 Program Pokok PKK.
Khususnya di bidang asupan gizi anak berkaitan langsung dengan peran para Ibu-ibu, sehingga sewajarnyalah mereka meningkatkan ilmu pengetahuan hingga ke Kota Surabaya demi terwujudnya generasi emas anak-anak Konsel ke depan.
“Tak hanya sebagai motor penggerak, kita harus mampu memberikan bantuan lebih maksimal di semua aspek kehidupan dalam pemenuhan kebutuhan bermasyarakat di bidang kesehatan khususnya penanganan stunting baik di kecamatan/kelurahan hingga tingkat desa," harap politisi Partai Golongan Karya ini. (A-Adv)
