Pernikahan dini yang berujung pada kehamilan di usia remaja diyakini dapat menyebabkan dampak kesehatan serius, seperti tulang yang berhenti berkembang dan peningkatan risiko stunting atau hingga pada kematian bayi.

Proses persalinan pada remaja juga berisiko tinggi karena struktur tubuh mereka yang belum sepenuhnya matang.

Selain dampak kesehatan, pernikahan dini juga seringkali menyebabkan perceraian karena ketidakmatangan emosional dan ekonomi.

Asmar menjelaskan, remaja yang menikah di usia dini seringkali belum siap secara finansial dan emosional, yang menyebabkan ketegangan dalam rumah tangga dan meningkatkan kemungkinan perceraian.

“Oleh karena itu, pendewasaan usia perkawinan sangat penting untuk menghindari masalah tersebut,” ujar Asmar.