Warga pesisir Pantai Nambo, Haslan (26) yang pada setiap kesempatan selalu mencari hasil laut berupa ikan, kerang dan udang di saat air laut surut, turut mengeluhkan kondisi tersebut.

"Berkurang sekali hasil laut yang saya dapatkan, karena kondisi pasang surut air laut yang tidak menentu, ditambah dengan banyak penambang pasir yang membuat lingkungan laut menjadi rusak," ucap Haslan, Rabu (18/1/2023)

Pasang surut air laut yang tidak menentu ini, juga menjadi hambatan bagi warga sekitar untuk mencari hasil laut di pesisir Pantai Nambo.

Salah satu pekerja (survei pasang surut) air laut, Kurnia Adi pernah malakukan pekerjaan pada area tersebut, guna pembangunan dermaga yang menghubungkan pesisir Nambo dengan dermaga kontainer Kendari Bungkutoko, masih mendapat keluhan dari warga akan dampak lingkungan yang ditimbulkan.  

"Kondisi pasang dan surutnya air laut di Pantai Nambo bukan hanya pengaruh alam tapi ditambah kondisi lingkungan yang mulai rusak," ucap Kurnia Adi.