Baca Juga: Warga Kendari Tetap Berolahraga di Tengah Hiruk Pikuk Demonstrasi
Mereka terdiri dari organisasi mahasiswa, aliansi pemuda, hingga kelompok masyarakat yang mengusung agenda beragam. Dari catatan yang ada, BEM IAIN, KBM UHO, BEM UMK, BEM Teknik UHO, hingga Cipayung Plus Kota Kendari, semuanya menjadikan DPRD dan Polda Sultra sebagai titik aksi utama.
Selain itu, terdapat kelompok yang membawa isu spesifik. Koalisi Pemuda Penggiat Lingkungan Provinsi Sulawesi Tenggara menargetkan kantor DLHK Kota Kendari, PUPR, hingga dealer BYD di Jalan Malaka. Tuntutan mereka terkait dugaan pembangunan tanpa izin resmi yang dinilai merugikan lingkungan.
Gerakan Gerilya Rimba Indonesia menyoroti praktik penerbitan SIM yang dianggap bermasalah di Polresta Kendari, sementara Gerakan Persatuan Mahasiswa Indonesia akan bergerak ke Kejati Sultra untuk mendesak pemeriksaan pejabat di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Dari titik kumpul yang berbeda, massa mulai bergerak dengan jumlah bervariasi, dari puluhan hingga ratusan orang setiap elemen. Sebagian memilih start dari perempatan kampus UHO, sebagian lagi dari kawasan Eks MTQ Kendari.
