Surat bernomor /PBSI-KONAWE/XII/2024 itu menyebutkan bahwa Mubes digelar karena masa kepengurusan PBSI Konawe periode 2020–2024 telah berakhir. Namun, pernyataan ini langsung dibantah oleh Akib yang menegaskan bahwa kepengurusan yang dipimpinnya masih sah.

Akib mengecam tindakan PBSI Sultra yang dianggapnya arogan dan tidak menghargai proses kepengurusan yang telah berjalan berdasarkan hasil Musyawarah Daerah (Musda) sebelumnya.

"Langkah ini sangat arogan. Saya dikukuhkan sebagai Ketua PBSI Konawe melalui Musda yang sah dan di bawah kepengurusan PBSI Sultra yang masih aktif. Anehnya, mereka yang belum dilantik justru berani menunjuk karteker dan merancang Mubes," tegas Akib.

Tak hanya itu, Akib juga menyoroti minimnya komunikasi dari PBSI Sultra terkait rencana Mubes tersebut.

"Mereka bahkan tidak berkoordinasi atau meminta izin kepada kami. Padahal, kami yang telah membina atlet-atlet berprestasi, termasuk Apriyani Rahayu, peraih emas Olimpiade Tokyo 2020, yang berasal dari Konawe," tambahnya dengan nada kecewa.