“Kami tidak bisa lagi beraktivitas. Berkebun hanya bisa di luar pagar. Harapan kami pemerintah selesaikan masalah ini karena tanah kami itu betul-betul belum dibayar. Makanya kami menuntut,” harapnya.

Sebelumnya, sejumlah warga telah melakukan aksi protes pada tanggal 8 Mei  2022 dengan membagun sebuah gazebo atau yang biasa disebut fale-fale oleh penduduk setempat. (A)

Reporter: Boy Candra Ferniawan

Editor: Haerani Hambali