Wilayah tersebut memiliki kilang dengan kapasitas 237.000 barel minyak mentah per hari. Selain itu, terdapat fasilitas Ethylene Cracker berkapasitas 1,1 juta metrik ton per tahun.
Pusat industri tersebut juga mencakup aset kimia hilir yang berlokasi di Pulau Jurong. Seluruh fasilitas akan tetap beroperasi di bawah manajemen Aster Chemicals and Energy Pte Ltd.
Struktur kepemilikan Aster kini berubah, namun operasional dan karyawan tetap dipertahankan seperti semula. Langkah ini menegaskan posisi Chandra Asri Group dalam rantai industri kimia global.
Erwin Ciputra selaku Presiden Direktur dan CEO Chandra Asri Group turut memberikan penjelasan. Menurutnya, akuisisi ini menjadi momen penting bagi Chandra Asri Group dan perekonomian nasional.
Baca Juga: Sosok Raja Minimarket di Tanah Air, Berawal Bantu Ibu Jaga Warung
