Nilai kekayaannya turun sekitar 48 persen dari akhir tahun 2024. Pada Desember 2024, Forbes mencatat kekayaannya mencapai US$32,5 miliar atau sekitar Rp 541,77 triliun. Kini, kekayaan tersebut merosot menjadi US$ 16,9 miliar atau Rp 281,72 triliun.
Penurunan kekayaan Prajogo dipengaruhi oleh penurunan nilai saham emiten yang dimilikinya. Meski demikian, Prajogo masih bertahan sebagai orang terkaya kedua di Indonesia. Ia hanya berada di bawah R. Budi Hartono dan Michael Hartono. Kekayaan Prajogo tersebar di sejumlah perusahaan besar di sektor energi, petrokimia, dan pertambangan.
Berikut beberapa sumber kekayaan utama milik Prajogo Pangestu yang tercatat di bursa:
1. PT Barito Pacific Timber (BRPT)
Perusahaan ini didirikan sebagai perusahaan kayu dan melantai di bursa pada 1993. Setelah keluar dari bisnis kayu, perusahaan berganti nama menjadi Barito Pacific dan masuk ke sektor petrokimia.
