KENDARI, TELISIK.ID - Aksi penolakan kongres kelompok studi pelajar dan mahasiswa Muna Barat berujung ricuh. Hal itu dipicu adanya dugaan tak transparansi soal pembentukan kelompok studi tersebut.

Keributan kongres yang digelar di Hotel Athaya Kota Kendari pada Minggu, (26/2/2023), lantaran sesama pelajar dan mahasiswa dinilai tidak adanya keterbukaan, sehingga berujung adu jotos.

Tak hanya itu, massa yang berada di luar acara juga memaksa masuk menerobos untuk menemui Penjabat (Pj) Bupati Muna Barat Bahri yang turut hadir dalam kongres tersebut.

Baca Juga: Tina Nur Alam Minta Anak Muda Lestarikan Kesenian dan Budaya Sulawesi Tenggara

Tamu undangan yang hadir pun tampak ketakutan dan pemilik hotel yang mencoba melerai hampir terkena pukulan dari beberapa peserta.