Salah satu koordinator lapangan, Mukmin mengatakan, pembentukan kelompok studi pelajar dan mahasiswa Muna Barat menilai tidak merepresentasikasn seluruh elemen dan komponen mahasiswa yang di Muna Barat.
"Kita ribut ini kan karena tidak cepat dimediasi untuk dipertemukan dengan Pj Bupati Muna Barat, Ketua Karateker Muna Barat dan ketua panitia penyelenggara kegiatan," ujarnya.
Ia juga mengatakan, pembentukan kelompok studi tersebut disinyalir ada kepentingan politik untuk melakukan mobilisasi pada Pemilu 2024 dan bukan murni dari gagasan pelajar dan mahasiswa.
Sementara Ketua Karateker Kelompok Studi Pelajar dan Mahasiswa Muna Barat, Hamril Marsula di hadapan massa menegaskan, sebelumnya pernah dilakukan pertemuan untuk membahas terbentuknya kelompok studi tersebut. Adapun jika tidak terakomodirnya beberapa komponen dan elemen hanya faktor mis komunikasi saja.
"Yang terpenting kan, bisa terbentuk dulu Kelompok Studi Pelajar dan Mahasiswa Muna Barat. Tergantung teman-teman nantinya memberikan ide dan gagasan di dalam forum tersebut," ujarnya.
