Sedangkan untuk pasar SIAP QRIS, menurutnya masih banyak yang masih harus dibenahi. Salah satunya mengubah kebiasaan masyarakat yang sudah terbiasa bertransaksi secara tunai menjadi non tunai. Ini erat kaitannya dengan rendahnya literasi keuangan masyarakat di Kawasan Timur Indonesia (KTI) .
"Masalah jaringan. Jaringan 4G di daerah KTI masih banyak yang bolong, itu tantangan kita semua," kata Aryo T Wibowo.
Baca Juga: Cegah Stunting Lewat Kampung KB
Meskipun dengan berbagai pesoalan itu, BI yakin dengan kolaborasi sejumlah pihak tahun 2023 bisa memaksimalkan layanan QRIS.
Untuk diketahui, tahun 2022 ini Sulawesi Tenggara memiliki target pengguna baru QRIS sebanyak 84 ribu. Hingga Oktober, Bank Indonesia mencatat baru sebanyak 65 ribu pengguna yang terealisasi. Dari jumlah itu tercatat transaksi menggunakan QRIS sebesar Rp 13 miliar.
