JAKARTA, TELISK.ID - Konsumsi minuman beralkohol atau miras sering dikaitkan dengan peningkatan rasa percaya diri dalam situasi sosial, termasuk aktivitas intim.
Namun secara medis, alkohol merupakan zat depresan yang bekerja menekan fungsi sistem saraf pusat, sehingga memengaruhi berbagai respons tubuh, termasuk respons seksual pada pria maupun wanita.
Dalam kajian kesehatan, alkohol memengaruhi komunikasi antara otak dan organ reproduksi melalui jalur saraf. Gangguan pada proses penghantaran sinyal ini menyebabkan penurunan respons terhadap rangsangan seksual.
Kondisi tersebut dapat muncul dalam waktu singkat setelah konsumsi, maupun berkembang pada penggunaan yang berulang dalam jangka panjang.
Pengaruh pada Sistem Saraf dan Respons Tubuh
