“Teman-teman THL itu biasa melayani di rumah jabatan bupati dan wakil bupati terdahulu. Pada saat pergantian pimpinan, orang-orang yang bekerja di rumah jabatan itu kan sesuai dengan keinginan bupati dan wakil bupati. Lalu 8 orang ini ditarik ke Bagian Umum dan sampai di sini mereka ini kan tidak punya kompetensi dasar untuk kerja di administrasi,” terang Leksi Kowot.

Ia berkata, tugas pelayanan di rumah jabatan bupati dan wakil bupati sudah diambil alih oleh THL baru yang direkrut awal tahun 2021 berdasarkan rekomendasi Bupati Heribertus Nabit dan Wakil Bupati Heribertus Ngabut.

Setelah ditarik ke Bagian Umum, sebut dia, para THL itu selama setahun ini ditugaskan sebagai resepsionis di Kantor Bupati Manggarai.

“Sejak tidak bekerja di rumah jabatan, mereka ada yang ditugaskan di resepsionis ada juga yang di belakang membantu administrasi surat menyurat saja,” imbuhnya.

Meski bekerja tanpa SK yang lazim diperpanjang setiap awal tahun, 8 THL itu tetap mendapat gaji untuk bulan Januari dan Februari 2022.