MUNA, TELISIK.ID - Pembangunan stadion sepak bola Kabupaten Muna di kawasan Motewe yang menelan anggaran sebesar Rp 16,8 miliar yang bersumber dari pinjaman program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) menyisahkan masalah.

Sampai dengan batas akhir tahun 2022 lalu, pihak kontrkator PT Laskar Buton Semesta itu tak mampu menyelesaikan pekerjaannya.

Belakangan diketahui kontraktor yang mengerjakan proyek yang dananya dari pinjaman PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) itu disebut-sebut bonafit. Tetapi sayang, cara kerjanya lelet.

Baca Juga: Bupati Muna Pastikan Pembangunan Stadion Sepak Bola Tidak Bakal Mangkrak

Ketua Komisi III DPRD Muna, Awal Jaya  Bolombo sangat menyayangkan cara kerja kontraktor yang sangat lambat itu. Ia menduga, dalam mengerjakan proyek itu, pihak kontraktor hanya mengandalkan uang muka, sehingga prosesnya terkantung-katung akibat kekurangan material.