"Sepanjang sejarah Adat Sara sejak masa Kesultanan Buton, tidak pernah ada yang namanya Parabela Ogena," tegasnya.
La Sihadi menilai, penambahan jabatan yang tidak sesuai tradisi ini merupakan bentuk pengrusakan terhadap adat Sara di wilayah eks-Kesultanan Buton. (C)
Penulis: Febriyani
Editor: Fitrah Nugraha
