Nalar kita dengan cepat merespons pemerintah terlihat letih menangani pandemi ini. Hingga terkesan terburu-buru untuk memperoleh pengakuan bahwa pemerintah telah berhasil menangani pandemi, padahal yang terjadi pemerintah mengesankan mengendamkan permasalahan pandemi ini.  

Contoh-contoh mudah diperoleh publik dari berbagai berita di media. Seperti kontroversi penurunan testing dan tracing. Dilanjutkan dengan keputusan tak menggunakan indikator kematian hingga dua kali dari keputusan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) model jilid.

Permasalahan ini semakin bertambah dengan kebijakan kartu vaksin. Program vaksinasi memang penting, begitu juga upaya menyadarkan masyarakat dengan pemberlakuan kartu vaksin di seluruh aktivitas masyarakat.

Tetapi pendistribusian vaksin yang belum merata, aplikasi satu sistem pedulilindungi yang juga masih rentan dalam mendata keseluruhan masyarakat memperoleh sertifikat vaksin dan berbagai situasi mengikutinya, tentu saja menunjukkan adanya ketidakadilan dalam kebijakan pemerintah. Kontroversi-kontroversi ini yang akan diuraikan dalam tulisan ini.

Kebijakan Tracing yang Kehilangan Kekuatan