Pemerintah pun sudah mengakui kendala dan tantangan yang dihadapi untuk mencapai target testing dan tracing. Selain kekurangan tenaga kesehatan, juga karena banyak masyarakat yang tidak mau di-tracing. Sedikit mengabaikan persoalan ini tentu saja menguntungkan dengan tujuan agar dapat diklaim sebuah keberhasilan pemerintah dalam mengupayakan penurunan kasus COVID-19.

Padahal yang terjadi adalah dengan langkah yang tidak maksimal dari pemerintah adalah kembali terjadinya gelombang-gelombang baru peningkatan COVID-19.

Indikator Angka Kematian yang Diabaikan

Setelah penurunan tracing yang berkontroversi. Pemerintah setidaknya malah menerapkan keputusan bahwa dalam dua pekan ke depan tidak akan mempertimbangkan data kematian COVID-19 dalam mengevaluasi PPKM level 4 dan 3 di sejumlah daerah.

Ini menunjukkan bahwa kelanjutan akan kebijakan PPKM usai 16 Agustus mendatang, tidak akan didasarkan salah satunya dari angka kematian COVID-19.