Penyebaran nyamuk wolbachia di Indonesia, sering juga disebut sebagai ‘nyamuk Bill Gates’, telah menuai kontroversi dari publik setelah viral di berbagai media sosial video yang menarasikan dampak penyebaran nyamuk wolbachia.
Sebagian publik menuding proyek nyamuk bionik ini merupakan misi tersembunyi mantan CEO Microsoft, Bill Gates, untuk membentuk genetik LGBT dan membuat virus baru yakni Japanese Ensefalitis (JE) yang mematikan.
Ahli kesehatan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Profesor Zubairi Djoerban, menjelaskan bahwa proyek ini dikembangkan oleh World Mosquito Program (WMP) yang merupakan bagian dari Monash University, Australia.
“Mungkin karena proyek ini mendapatkan dukungan dari Bill & Melinda Gates Foundation, maka banyak dikenal sebagai nyamuk Bill Gates,” ujar Zubairi.
Menurut dokter spesialis penyakit dalam subspesialisasi Hematologi Onkologi Medik ini, tujuan utama proyek tersebut untuk menurunkan penyebaran DBD, demam kuning, dan chikungunya.
