“Kami tidak menolak penelitian oleh siapapun. Tetapi kalau mereka menggunakan masyarakat kita dalam penelitian itu harusnya ada cara yang lebih transparan,” harap Menkes era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini.
Karena itu, Siti mendukung sikap masyarakat Bali yang menolak disebarkannya jentik nyamuk berbakteri wolbachia di lingkungan mereka.
“Jadi ini adalah programnya WMP, meliputi dari 11 negara, yaitu Vanuatu, Indonesia, Australia, kemudian Sri Lanka, Vietnam, Kolombia, Meksiko, Fiji dan Kiribati. Sementara Singapura tidak jadi, tetapi di Indonesia apakah betul masyarakat kita menyetujui atau tidak saya tidak tahu,” ujarnya.
Selain di Indonesia, pemanfaatan teknologi wolbachia juga telah dilaksanakan di sembilan negara lain untuk pencegahan DBD. Sembilan negara yang dimaksud adalah Brasil, Australia, Vietnam, Fiji, Vanuatu, Mexico, Kiribati, New Caledonia (Kaledonia Baru), dan Sri Lanka.
Teknologi wolbachia melengkapi strategi pengendalian yang berkasnya sudah masuk ke Stranas (Strategi Nasional). Sebagai pilot project di Indonesia, inovasi ini akan dilaksanakan di lima kota, yakni Kota Semarang, Jakarta Barat, Kota Bandung, Kota Kupang, dan Kota Bontang.
