KENDARI, TELISIK.ID - Di tengah upaya mendorong pemerataan ekonomi daerah, program Koperasi Merah Putih yang diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi kerakyatan justru belum menunjukkan perkembangan signifikan di Sulawesi Tenggara.

Hingga saat ini, baru satu koperasi yang aktif berjalan di wilayah tersebut, padahal potensinya dinilai sangat besar dalam menyokong sektor riil seperti pertanian, perikanan dan peternakan.

Hal ini menjadi perhatian serius Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Wakil Sekretaris Jenderal HIPMI, Sucianti Suaib Saenong menyatakan, HIPMI tengah mendorong Pemerintah Pusat untuk mempercepat akses dan pelatihan yang berkaitan dengan Koperasi Merah Putih.

"Kami sudah mengirim surat ke empat kementerian agar HIPMI dilibatkan sebagai perantara pelatihan dan pengembangan Koperasi Merah Putih di daerah. Ini harus segera dijalankan karena potensinya sangat besar untuk masyarakat," ujar Sucianti di sela kegiatan Rakerdah HIPMI di Kota Kendari, Senin (9/9/2025) kemarin.

Adapun empat kementerian yang dimaksud adalah Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Koperasi dan UKM, serta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).