HIPMI ingin memastikan bahwa program koperasi ini tidak hanya menjadi jargon, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat bawah.
Menurut Sucianti, program Koperasi Merah Putih saat ini tertinggal jauh jika dibandingkan dengan program Mobil Bahan Guna (MBG) yang sudah lebih dulu aktif dan terorganisir.
Baca Juga: Wagub Sulawesi Tenggara Sentil Lulusan UHO Pulang ke Desa, Kembangkan Koperasi Merah Putih dan MBG
"Kalau MBG sudah duluan bergerak, koperasi ini justru belum. Padahal konsepnya serupa, bahkan koperasi bisa masuk lebih dalam ke desa-desa. Sayangnya, banyak daerah belum menjemput bola," tambahnya.
Pemprov Sulawesi Tenggara sendiri menegaskan pentingnya peran pelaku usaha, terutama pengusaha muda, dalam membangun hilirisasi dan memperkuat ekonomi lokal.
