Sebagai langkah awal, HIPMI telah menyusun program pelatihan dan mengusulkan audiensi dengan kementerian terkait. Dalam skema ini, HIPMI akan bertindak sebagai pelaksana pelatihan di daerah, sekaligus membuka akses ke pusat.
"Nanti pelatihannya HIPMI yang siapkan. Kita ingin membangun sistem koperasi yang kuat, bukan hanya formalitas. Targetnya, koperasi hadir di setiap kecamatan dan desa, mendukung ekonomi lokal secara nyata," pungkasnya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Hugua, menegaskan pentingnya membangun sistem ekonomi berbasis keunggulan wilayah. Ia menyebut Sultra sebagai "episentrum pertemuan ekonomi Indonesia, bahkan dunia," karena posisi geostrategisnya yang unik.
"Sulawesi Tenggara itu berada di dua lautan dalam: Laut Flores (WPP 713) dan Laut Banda (WPP 714), yang merupakan pusat bertelur ikan industri. Ini menjadikan sektor agro-maritim sebagai prioritas," jelas Hugua.
Baca Juga: 43 Koperasi Merah Putih Dibentuk di Baubau
