Menurutnya, Pemprov Sultra telah menetapkan tiga sektor lintas (linting sektor) sebagai prioritas pembangunan jangka menengah: pertanian dalam arti luas, hilirisasi industri berbasis sumber daya alam dan digitalisasi, serta pariwisata.
Hugua menyoroti bahwa sebagian besar hasil pertanian dan perikanan Sultra masih dikirim ke luar daerah seperti Surabaya, Makassar, dan Jakarta sehingga nilai tambah ekonominya belum kembali ke masyarakat lokal.
"Hampir 90% produk pertanian kita dikirim ke luar daerah, dan nilai ekonominya justru diambil orang lain. Ini masalah konsolidasi. Di sinilah HIPMI bisa berperan," ungkapnya.
Ia mendorong HIPMI untuk ikut mengonsolidasikan rantai ekspor-impor sehingga manfaat ekonomi bisa dirasakan langsung oleh masyarakat Sultra. (A)
Penulis: Erni Yanti
