Pasalnya, jumlah stok hasil panen kopi menurun setiap tahun disebabkan para petani kopi mulai beralih menanam komoditas lain di lahan perkebunan mereka.
Sementara itu, salah satu petani kopi Desa Hendea, La Ruhi, mengaku hampir meratakan seluruh tanaman kopinya untuk menanam sayur dan cabai.
Namun, hal itu ia urungkan saat mengetahui masih ada pihak lain yang membeli hasil panen mereka dengan harga yang cukup menjanjikan.
Selama ini, para petani lokal hanya dapat menjual komoditas mereka kepada pihak pengepul.
Apabila pengepul sudah tidak mampu menampung biji kopi dari para petani setempat, maka terpaksa mereka menjualnya dengan harga murah pada penadah di Kota Baubau yang berjarak sangat jauh dengan Desa Hendea.
