"Dulu saya mangkal di bat-bat jalan menuju Masjid Al-Alam, salah satu tempat nongkrong anak Kendari, namun saya diusir. Sempat berhenti selama 3 bulan, lanjut lagi saya pilih tempat ini. Alhamdulillah ternyata ramai pengunjung," kata dia.

Firmansyah berharap, karena ramai pengunjung ia nantinya tidak diusir atau ada pihak yang mengklaim tempat usahanya saat ini sebagai tempatnya pribadi, apalagi oleh pemerintah setempat.

"Yah, kalau nantinya pemerintah mengklaim bahwa harus bayar pajak, saya pasti patuhi aturan. Tapi kalau orang lain yang klaim saya rasa itu tidak adil karena ini lahan umum," keluhnya.

Terlebih, menurut Firmansyah saat ini, ia juga mematuhi segala peraturan yang ada dengan menyediakan tempat sampah bagi pengunjung yang datang agar lokasi tersebut tetap bersih dan nyaman.

Baca Juga: Peluang Kerja Warga Kota Kendari di J.C.O Donuts and Cafe