"Saat ini proses evakuasi masih dilakukan tetapi kita masih terkendala di lokasi karena timbunan lumpur yang begitu tebal. Kemungkinan jenazah yang lain masih tertimbun lumpur itu," ujarnya.
Terdata ada 67 jenazah yang ditemukan namun yang lain masih sulit dievakuasi karena tertimbun lumpur apalagi hujan belum berhenti.
Banjir dan longsor terparah di Kabupaten Flotim itu terjadi di dua kecamatan, yakni Ile Boleng dan Adonara Timur.
Tak sedikit warga yang kehilangan rumah dan harta benda serta sanak saudara yang sampai sekarang belum ditemukan.
Untuk diketahui bahwa data ini kemungkinan masih akan berubah karena sampai saat ini petugas masih mencari korban yang hilang. (B)
