Refleksi atas pilihan tersebut bisa dirujuk dengan berkunjung kembali kepada gagasan awal dalam menjadikan dan membentuk Indonesia, sebagaimana sejarah telah membentuk kebangsaan kita. Sejarah diperlukan bukan karena sensasi politiknya juga bukan sebagai sumber keteladanan nilai semata-mata. Tetapi pada percakapan terus menerus tentang kemajuan, kemanusiaan dan kesejahteraan.

"Keteladanan tidak harus diikatkan pada masa lalu namun dapat dikaitkan dengan masa depan yaitu ide-ide yang membuka ruang imajinasi peradaban," kata Pj Bupati.

Baca Juga: Usulan Pj Bupati Muna Barat Disahuti Presiden Jokowi, Pasar Modern Segera Dibangun

Inovasi-inovasi teknologi telah mendorong perubahan kehidupan manusia secara revolusioner. Banyak kesulitan yang berhasil disolusikan oleh teknologi. Adagium di zaman ini jelas, yang menguasai teknologi, dan akan menguasai peradaban.

Di titik ini, gambarannya makin jelas, penguasaan atas teknologi merupakan keniscayaan bagi kita untuk menyongsong Indonesia Emas. Inovasi teknologi digital bertumbuh setiap hari, kecepatannya bagai lompatan kuantum.