Emin pun mengaku bahkan memohon agar dapat dipertemukan langsung dengan pemilik Smarthajj, Juleo, yang diduga menjadi aktor utama di balik kegagalan pemberangkatan umrah.
"Bukan cuma saya. Orang tua saya sudah berharap mereka bisa umrah bulan ini. Mental saya hancur. Saya sudah berhari-hari tidak jualan. Keluarga terus tanya: kapan berangkat?" kata Emin sambil terisak di hadapan penyidik Polda Sultra.
Emin sebelumnya dijadwalkan berangkat bersama kedua orang tuanya dalam satu rombongan beserta ratusan calon jemaah lainnya. Namun, harapan itu pupus karena keberangkatan mereka tak kunjung direalisasikan oleh pihak Smarthajj.
Menanggapi tuntutan para korban Smarhajj, Kanit 2 Subdit 2 Ditreskrimsus Polda Sultra, AKP Hamka, menemui para pendemo dan memberikan penjelasan terkait perkembangan penyidikan.
Baca Juga: TK Kuncup Pertiwi Terapkan Metode P5 dan Sentra, Cetak Prestasi hingga Internasional
