Syarat tersebut termasuk perubahan pertukaran tahanan dan tidak adanya kesepakatan mengenai penarikan pasukan Israel dari seluruh wilayah Palestina.
Mengutip CNBC Indonesia, di tengah situasi yang memanas ini, Hizbullah, kelompok bersenjata yang didukung Iran dan berbasis di Lebanon, melancarkan serangan besar-besaran ke wilayah Israel pada Minggu dini hari waktu setempat.
Setidaknya 300 lebih roket dan drone telah ditembakkan ke arah Israel sebagai respons atas pembunuhan salah satu komandannya, Fuad Shukr, di Beirut pada akhir Juli lalu. Hizbullah juga memenuhi janji balas dendamnya dengan menargetkan 11 pangkalan dan barak militer Israel.
Baca Juga: Hamas Terjun Skala Penuh dan Perang Terbuka di Yerusalem Usai Ismail Haniyeh Tewas Dibom Jarak Jauh
Serangan Hizbullah ini juga menyasar Dataran Tinggi Golan, sebuah wilayah yang dianeksasi oleh Israel dari Suriah. "Jumlah roket Katyusha yang diluncurkan hingga saat ini lebih dari 320... ke arah posisi musuh," ungkap pernyataan dari Hizbullah.
