"Ketika parkir motor, kita jalan di satu sisi dan pindah lagi ke sisi lainnya. Opar berada kira-kira 5 meter di depan saya. Ketika bakar rokok, saya balik badan. Ketika saya balik lagi, tinggal kelihatan tangannya saja. Saya tidak lihat pas dia jatuh apakah kesandung saya tidak lihat," jelas Wayan.
Saat ini pencarian tengah dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Polair, Basarnas, dan beberapa warga, tapi belum membuahkan hasil.
Kendala utama dalam pencarian adalah karena sudah malam, yang menyebabkan terbatasnya jarak pandang dalam pencarian.
Upaya yang dilakukan oleh Polair adalah dengan menurunkan 2 unit kapal. Pencarian ini dipimpin langsung oleh Kanit SAR Polair dan Kanit Provos, Ipda Swandi.
