"Karena itu, saya meminta perhatian Bapak Kapolri sebagai putra daerah Sulawesi Tenggara. Tentunya semua pihak, rumahnya tidak ingin diteror dengan bom molotov Karena tindakan teror bom molotov seperti ini seharusnya tidak terjadi di daerah Buton Selatan dengan julukan Busel Beradat," lanjutnya.

Kata dia, sudah hampir 10 tahun ia menggeluti dunia kontraktor, namun baru kali ini ia mendapat teror bom yang merusak sejumlah perabot rumahnya. Bahkan pasca pengeboman itu, dirinya masih mendapat teror melaui SMS dari yang diduga kuat pelaku teror.

"Jadi saya sangat berharap ke pada Polri dalam hal ini Kapolri dan Kapolda Sulawesi Tenggara turun tangan untuk mengungkap siapa dalang di balik pengeboman rumah saya," pungkasnya.

Sementara itu, Kapolsek Batauga, Iptu Yudi Widhia Sartono belum menjawab sambungan telpon wartawan ini.

Reporter: Deni Djohan