Setidaknya 16 orang tewas dalam serangan Israel di Rafah semalam, dengan beberapa korban juga dilaporkan dalam pemboman Khan Younis.

Sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan Gaza “menjadi kuburan bagi anak-anak” ketika ia memperbarui tuntutan untuk mencapai gencatan senjata yang sulit dicapai.

Baca Juga: 31 Hari Serangan Israel di Gaza: 10.000 Warga Palestina Terbunuh

Gedung Putih mengatakan Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Netanyahu membahas potensi 'jeda taktis' untuk “jangka waktu yang tidak terbatas” setelah perang. Dr Ashraf al-Qudra, juru bicara Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, juga mengatakan: "Kami menyerukan PBB dan Palang Merah untuk melindungi institusi kesehatan, mengamankan pergerakan ambulans dan menghentikan ancaman terhadap rumah sakit," bebernya dilansir dari Aljazeera.com.

Pihaknya menunggu intervensi internasional untuk mencegah Israel mengebom Rumah Sakit al-Rantisi setelah Israel mengeluarkan perintah evakuasi sebelum kemungkinan serangan. (C)