Pengelolaan gizi untuk rakyat malah menjadi fakta bancakan uang negara melalui BGN, keberhasilan Kejaksaan Agung membongkar kasus korupsi di BGN malah menjadi bukti adanya perilaku anomali atas program stategis pemerintah tersebut, yang ternyata hanya “menyehatkan” pengelola MBG bukan rakyatnya.  

Jika tidak dibenahi secara menyeluruh, malah yang terjadi adalah program visi-misi presiden akan terus memperoleh sentimen negatif dari publik, bahkan memungkinkan dianggap gagal. Jika program MBG sebagai visi-misi presiden dinilai buruk, maka buruk  pula wajah pemerintahan presiden prabowo, keduanya adalah liniear.

Terakhir sebagai penutup, sudah semestinya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan juga Kejaksaan Agung membongkar kasus ini hingga ke akarnya, jika perlu juga mendalami berbagai kemungkinan dengan bersih-bersih terhadap yang orang-orang yang dipercaya dalam pengelolaan distribusi MBG. (*)

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS