Sebab, dalam diri para pemimpin telah terbekali tsaqofah Islami yang menganggap jika kekuasaan adalah sebuah amanah yang harus dijalankan dan diemban sesuai syara.
Dalam politik Islam pun sangat mengharamkan praktik suap menyuap, Rasulullah saw. bersabda, “Allah melaknat penyuap dan yang disuap dalam urusan hukum.” (HR Tirmidzi). Sehingga, penguasa terpilih karena potensi yang dimilikinya, dan kebaikan perilakunya serta sifat-sifat mulianya.
Prioritas utamanya menjadi seorang pemimpin tiada lain yaitu menjaga dan melindungi, serta menjadi pelayan bagi rakyatnya. Sebagaiamana hadis Rasulullah "Imam (Khalifah) adalah raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya.” (HR al-Bukhari).
Baca juga: 2021, Tahun Harapan untuk Pulih
Sedangkan dalam masalah korupsi, Islam memiliki beberapa pokok untuk memberantas praktik tersebut.
