Wali Kota Kendari juga mengharapkan kerjasama ini bisa terus berlanjut, karena alat tersebut butuh maintenance. Namun, tidak hanya alat PCR, tapi juga bantuan lain yang bisa digunakan warga untuk menangani COVID-19.
PCR berukuran kecil ini akan diserahkan kepada Rumah Sakit Kota Kendari untuk digunakan, namun tentunya dilengkapi dengan administrasi termasuk SOP penggunaannya.
Sementara itu, Direktur Operasional PT Langit Pandu Anugerah, selaku Vendor Mesin PCR Mico Biomed ini, Agus C. Wirawan menjelaskan, mesin PCR ini lebih kecil dari mesin PCR umumnya, namun sangat membantu pemeriksaan cepat, sebab prosesnya hanya memakan waktu sekira 2 jam 25 menit, hasilnya sudah terlihat.
"Mesin PCR ini sebenarnya kapasitas sebanyak 16 testing, tapi karena control negatif dan control positif, jadi cuman untuk 14 testing yang dapat kita lakukan," jelasnya.
Dia menambahkan, bantuan ini murni dari swasta, karena sebelumnya mereka adalah vendor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang menangani hibah. Namun karena saat ini, BNPB tidak lagi menangani bantuan hibah, sehingga mereka yang langsung mengambil peran.
