“Kemacetan di Sultra ini akan terjadi jika tidak ada pembenahan, Itu dikarenakan tingkat pertumbuhan jalan kita tidak sebanding dengan tingkat pertumbuhan kendaraan," jelasnya.

Akibatnya, kata dia, volume lalu lintas tinggi, sehingga di pagi dan sore hari sangat macet.

"Menurut hemat saya lebih baik kita mencegah dari sekarang,” timpalnya.

Baca Juga: Pemprov Sulawesi Tenggara Beberkan Alokasi Anggaran untuk Pemeliharaan Jalan Tahun 2024

Sebelum menutup sesi wawancara, Prof. Adris menegaskan bahwa yang terberat dari semua persoalan yang dihadapi saat ini adalah upaya transisi budaya menggunakan kendaraan pribadi lalu beralih ke angkutan umum massal, sebab memerlukan usaha sosialisasi maksimal dan ketersediaan kendaraan angkutan umum massal yang memadai.